This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

Cara menulis surat baik dan benar

Pasti kita pernah berkirim surat kepada orang lain, entah itu kepada teman, orang tua, atau kepada guru di sekolah. Pada zaman dahulu surat merupakan alat komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan berita atau informasi. Biasanya, seseorang mengirim surat melalui jasa pos dengan menggunakan amplop dan membubuhkan perangko yang sesuai. Namun, zaman sekarang kita dapat mengirimkan berita atau informasi lebih efektif dengan menggunakan media yang lain, seperti faksimili, SMS (Short Message Service atau layanan pesan singkat), dan e-mail (electronic mail atau surat elektronik).              
Surat adalah alat komunikasi yang dibuat secara tertulis untuk menyampaikan berita/informasi dari seseorang/lembaga/instansi kepada seseorang/lembaga/instansi dengan mengikuti aturan dan bentuk tertentu. 

Kamis, 17 April 2014

Sejarah Perkembangan huruf Ejaan atau EYD

Sejarah Perkembangan Ejaan
    Dalam buku yang berjudul Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi yang dikarang oleh Prof. Dr. H. Zaenal Arifin, M.Hum. bersama dengan Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. dipaparkan dengan cukup lengkap mengenai perjalanan perkembangan ejaan yang terdapat di Indonesia, mulai ejaan yang pertama yang digunakan di Indonesia, sebagaimana telah disinggung pada pembahasan sebelumnya, yaitu Ejaan van Ophuijsen, sampai dengan ejaan yang dipakai saat ini, yaitu Ejaan yang Disempurnakan (EyD). 
    Ejaan van Ophuijsen ditetapkan pada tahun 1901 yang merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Van Ophuijsen merancang ejaan itu dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan van Ophuijsen adalah sebagai berikut:

Pengertian Ejaan dan contohnya

Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antarhubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa). Ejaan suatu bahasa tidak saja berkisar pada persoalan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran serta bagaimana menempatkan tanda-tanda baca dan sebagainya, tetapi juga meliputi hal-hal seperti bagaimana memotong-motong suku kata, bagaimana menggabungkan kata-kata, baik dengan imbuhan-imbuhan maupun antara kata dengan kata. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Pemahaman ejaan merupakan satu aspek penting dalam mendukung penggunaan suatu bahasa termasuk tentunya penggunaan bahasa Indonesia yang benar.

Rabu, 16 April 2014

Teknik Penulisan Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat sejumlah pustaka atau sunber lain yang digunakan penulis untuk mendukung pendapatnya dengan ahli lain, menolak pendapat ahli lain, atau hanya sekadar memberikan informasi bahwa ahli lain memiliki pendapat yang tidak sejalan dengan pendapatnya. Daftar pustaka bermaksud menabulasi atau mendaftarkan semua sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan seperti buku, majalah, surat kabar, maupun yang belum dipublikasikan seperti paper, skripsi, tesis, dan disertasi.  Aktivitas pemuatan pustaka juga memberikan gambaran kepada kita bahwa seorang ahli dalam berinteraksi ilmiah memiliki etika. Kejujuran ilmiah dijunjung dalam rangka menghormati seseorang yang sudah terlebih dahulu melakukan kajian terhadap permasalahan tertentu.

Teknik Penulisan Catatan Kaki

Catatan kaki merupakan keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Catatan kaki dapat berupa rujukan bahan penulisan yag dijadikan sumber dan dapat pula berupa keeterangan tambahan.  Dalam buku yang berjudul Bahasa Indonesia:Mata kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi karangan Widjono Hs. dikupas dengan cukup lengkap mengenai catatan kaki mulai fungsi catatan kaki sampai pada teknik penulisan catatan kaki.


Contoh Penulisan Judul, Bab, dan Subbab dengan baik dan benar

Judul bab diketik dengan huruf kapital seluruhnya dan diletakkan pada tengah halaman kertas dengan huruf times new roman atau Arial yang telah ditebalkan.

BAB I
PENDAHULUAN
2. Judul subbab
Pada judul subbab, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf kapital (kecuali preposisi dan konjungsi) lalu diletakkan di tengah halaman, contoh:
        A. Latar Belakang Masalah
3. Judul Subsubbab
Huruf pertama pada setiap kata berhuruf kapital dan ditulis di sebelah kiri halaman, contoh:
1.    Pengertian Ejaan

Tata Tulis Dalam Ragam Ilmiah

Bahan dan Jumlah Halaman
Suatu karya tulis, apakah itu berbentuk laporan, makalah, buku, maupun terjemahan, baru dapat disebut karya tulis ilmiah bila sedikitnya memenuhi tiga syarat berikut
    Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
    Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode (berikir) ilmiah.
    Sosok tampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai satu sosok tulisan ilmiah.

Selasa, 15 April 2014

Pola Pengembangan Paragraf dan Contoh kerangka paragraf

Pikiran utama dari sebuah paragraf hanya akan jelas kalau diperinci dengan pikiran-pikiran penjelas. Tiap pikiran penjelas dapat dituang ke dalam satu kalimat penjelas atau lebih. Malahan ada juga kemungkinan, dua pikiran penjelas dituang ke dalam sebuah kalimat penjelas. Tetapi sebaliknya sebuah pikiran penjelas dituang ke dalam sebuah kalimat penjelas. Jadi, dalam sebuah paragraf terdapat satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.  Inilah yang dinamakan kerangka paragraf. Kerangka paragraf dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraf. 
Contoh kerangka paragraf;

Cara letak Kalimat Utama pada paragraf

Untuk memenuhi syarat kesatuan, sebuah paragraf hanya memiliki satu ide pokok. Ide pokok tersebut diwujudkan dalam bentuk kalimat utama. Sebuah paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya digolongkan menjadi (1) paragraf deduktif, (2) paragraf induktif, (3) paragraf campuran, dan (4) paragraf deskriptif/naratif.   Agar lebih jelas, perhatikan uraian berikut;

Syarat-syarat Pembentukan Paragraf

Untuk dapat dikatakan sebagai sebuah paragraf yang baik dibutuhkan kesatuan, kepaduan, termasuk kelengkaan paragraf. Untuk itu akan diuraikan ketiga hal tersebut; 
(1) Kesatuan, paragraf hanya berisi satu ide pokok yang dalam pengungkapannya harus didukung oleh kalimat-kalimat, baik sebagai kalimat utama maupun sebagai kalimat penjelas. Oleh sebab itu, semua kalimat yang diungkapkan dalam paragraf merupakan jalinan yang membentuk ide pokok tersebut. Tidak boleh ada satu kalimat yang tidak mendukung ide pokok.  Kesatuan di sini juga bukan berarti ia hanya memuat satu hal. Sebuah paragraf yang memiliki kesatuan bisa saja mengandung beberapa hal atau beberapa perincian, tetapi semua unsur tadi haruslah bersama-sama digerakkan untuk menunjang sebuah maksud tunggal atau tema tunggal. Maksud tunggal itulah yang ingin disampaikan oleh penulis dalam paragraf itu.  

Macam-macam Paragraf dan contohnya

Macam paragraf memang banyak ragamnya. Untuk membedakan antara yang satu dengan lainnya, pembagian macam paragraf dapat dikelompokkan. Menurut posisi kalimat topiknya, paragraf terdiri atas empat macam, yaitu; paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-induktif, dan paragraf penuh kalimat topik. Menurut sifat isinya, paragraf dibedakan atas paragraf persuasi, paragraf argumentasi, paragraf narasi, paragraf deskripsi, dan paragraf eskposisi, dan menurut fungsinya dalam sebuah karangan, paragraf biasanya terbagi dalam tiga jenis atau tiga macam, yakni paragraf pembuka, paragraf pengembang, dan paragraf penutup.  Karangan atau tulisan minimal dalam bidang apa pun, hampir selalu memiliki konstruksi tiga paragraf demikian ini.



Kegunaan Paragraf

Dalam karangan yang panjang, paragraf mempunyai arti dan fungsi yang penting. Dengan paragraf tersebut, pengarang dapat mengekspresikan keseluruhan gagasan secara utuh, runtut, lengkap, menyatu, dan sempurna, sehingga bermakna dan dapat dipahami oleh pembaca sesuai dengan keinginan penulisnya. Lebih jauh daripada itu, paragraf dapat mendinamiskan sebuah karangan, sehingga menjadi lebih hidup, dinamis, dan energik, sehingga pembaca menjadi penuh semangat. Artinya, paragraf mempunyai fungsi strategis dalam menjembatani gagasan penulis dan pembacanya.  

Untuk itu, agar paragraf memiliki fungsi startegis, berikut kegunaan paragraf, yaitu; (1) dapat mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis, dalam satu kesatuan, kemudian (2) dapat menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran, (3) paragraf juga memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, dan memudahkan pemahaman bagi pembacanya, dan (4) memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil, serta (5) dapat memudahkan pengendalian variabel terutama  karangan yang terdiri atas beberapa variabel.



Pengertian Paragraf

Paragraf merupakan seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.  Memang, sebuah paragraf dapat saja terdiri atas lebih dari empat atau lima kalimat, tiga buah kalimat, dua buah kalimat, bahkan sebuah kalimat. Kendatipun paragraf itu mengandung lebih dari empat atau lima buah kalimat, tidak akan ada satu kalimat pun yang membicarakan persoalan atau topik lain. Seluruh kalimat tersebut tentunya hanya akan membicarakan sebuah masalah yang bertalian erat dengan pokok bahasan/topik pada paragraf tersebut.

Senin, 14 April 2014

Prinsip-prinsip Kalimat efektif

Bagi seorang penutur atau pembicara, ada sejumlah prinsip yang harus mereka kuasai ketika harus mengonstruksi tuturan efektif. Pada bagian berikut akan diuraikan prinisp-prinisp efektivitas kalimat itu akan disampaikan satu demi satu disertai contoh. Prinsip pertama yang harus dikuasai oleh seseorang agar dapat mengosntruksi kalimat yang efektif adalah bahwa kalimat itu harus disusun dengan mempertimbangkan dan memperhitungkan kesepadanan struktur (Rahardi, 2010:93).

Ciri-ciri Kalimat Efektif

Kalimat efektif itu memiliki ciri-ciri, yaitu ciri gramatikal, pilihan kata, penalaran, dan keserasian.
Ciri Gramatikal
         Kalimat efektif harus  mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa. Contoh-contoh.
Tidak Gramatikal

       

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuanuntuk menciptakan gagasan-gagasan pada pikiran pembaca atau pendengar seperti apa yang ada pada pikiran penulis atau pembicara. Sebuah kalimat tergolong efektif  jika memiliki prinsip-prinsip kalimat efektif, yaitu:

Kamis, 10 April 2014

Karya Ilmiah Populer

I.    Pengertian
Karya ilmiah popular merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang popular sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Menurut Gie (2002: 105), karangan ilmiah popular adalah semacam karangan ilmiah yang mencakup  cirri-ciri karangan ilmiah yaitu menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis sedang pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.

Tahap-tahap Penulisan Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan salah satu bentuk karya tulis yang dihasilkan oleh seseorang baik melalui hasil pemikiran maupun hasil penelitian. Maka dari itu dalam penulisan karya ilmiah, kita harus melalui beberapa tahapan, yang secara umum ada tiga tahapan yang harus kita lakukan dalam menulis karya ilmiah, yakni (1) Tahap prapenulisan, (2) tahap penulisan, dan (3) tahap perbaikan (editing). Dalam proses praktiknya proses ini akan menjadi empat tahap, yaitu :
1.    Tahap Persiapan (pra penulisan)

Karya Ilmiah penelitian

Karya ilmiah penelitian terdiri dari beberapa jenis karya ilmiah. yang termasuk karya ilmiah penelitian diantaranya :
i.    Naskah seminar
Yakni karya ilmiah yang berisi uraian dari topic yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan bdalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran murni dari penulis dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang dijadikan topic atau dibicarakan dalam seminar.

Jenis-jenis Karya Ilmiah

Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini, yang membedakan hanyalah materi, susunan, tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut. Secara garis besar, karya ilmiah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian (Arifin, 2006:15)